Dalam kegiatan ini dibuka dengan seminar nasional dengan tema Keberagaman Konseling Lintas Budaya Dalam Toleransi di Era Digitalisasi. Saya berharap dengan adanya seminar ini mahasiswa dapat memahami lebih dalam konseling lintas budaya dan dapat menerapkan konseling dalam kehidupan bermasyarakat,Tutur Zulfa Nuaini Selaku Ketua Panitia.
Dengan ini membahas pentingnya berbudaya yang dimana memiliki sisi keunikan baik itu individual maupun sosial. Budaya adalah ide, hasil karya yang sudah turun temurun, baik berupa bahasa, tindakan, dan pemikiran, Tutur Lukman Harahap selaku pemateri pertama.
Heru Mugiarso selaku pemateri kedua yang memberikan penjelasan mengenai kompetensi multikultural dalam perspektif konseling lintas budaya dengan tiga poin yaitu, isu multikultural dimasyarakat plural, dasar konseling lintas budaya multikultural, dan perkembangan konseling multikultural dan perkembangan konseling multikultural serta bagaimana kita menyadari keberagamaan budaya, toleransi di era digitalisasi, dan menjaga kerukunan bangsa menjaga keutuhan bangsa sehingga tidak terjadi radikalime.
Harapan dengan seminar ini mampu untuk membuka pikiran mengenai pemahaman konseling lintas budaya adalah eligibility dengan harapan memudahkan mahasiswa dalam mengambil judul skripsi yang berkaitan dengan konseling lintas budaya, Tutur Alfin Miftahul Khairi selaku Koordinator Progam Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
Always Be Family
Tidak ada komentar:
Posting Komentar