Kamis, 29 Desember 2022

Menjawab Stigma Masyarakat Tentang " Narapidana Tidak Memiliki Aktivitas Selain dalam Sel di Lembaga Pemasyarakatan? "

 


Banyak Masyarakat dari berbagai usia yang masih memiliki stigma bahwa sebagai seorang Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hanya menghabiskan waktu 24 jam di dalam sel tanpa adanya aktivitas di luar sel. Tentu saja stigma yang tertanam dalam maindset masyarakat ini tidaklah benar, pada kenyataannya banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh Narapidana selama menjalani masa pidananya. Salah satunya kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten. Ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu Bagian Tata Usaha, Bagian Binadik & Giatja, Bagian Kamtib dan Bagian KPLP.

Pada bagian Binadik & Giatja ini lah salah satu bagian bidang pembinaan kedalam bagi WBP yang meliputi kegiatan mental, sosial dan spiritual sebagai bekal apabila suatu saat kembali bergabung dengan masyrakat luar. Salah satunya adalah di Seksi Binadik & Giatja, beberapa kegiatan Binadik & Giatja diantaranya adalah : Bimbingan Kerohanian meliputi pengajian rutin, Hadroh, hafalan Al Qur’an (bagi yang beragama Islam) kemudian pujian di gereja (bagi yang beragama Kristen/Katholik), Kesehatan jasmani seperti senam kesegaran jasmani yang di laksanakan setiap pagi, Serta pembinaan Kemandirian yang terdiri dari dari kegiatan Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perkayuan dan berbagai kegiatan budidaya lainya.

Tetapi ada yang menarik pada bagian Sub seksi Giatja (Kegiatan Kerja). Giatja merupakan wadah atau tempat yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten untuk membantu atau memberikan bimbingan bagi Narapidana terkait keterampilan dan pelatihan kerja yang tentunya akan berguna bagi Narapidana sebagai bekal keahlian dan keterampilan apabila mereka sudah selesai menjalankan masa pidananya

Ada beberapa pelatihan keahlian dan keterampilan yang di berikan dalam Kegiatan Kerja ini meliputi:

1.     Keterampilan pembuatan Mainan Edukasi anak yaitu pembuatan puzzle dan berbagai mainan bagi anak lainya.

Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan dasar kayu mdf / triplek ini tentu saja bukanlah hal mudah apabila tidak dilakukan dengan profesional. Tetapi dalam Kegiatan Kerja ini Narapidana di berikan bekal pelatihan serta bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga menciptakan suatu karya yang tidak kalah bagus dan menarik tidak hanya itu dilihat dari bentuk serta kerapian packing dan kualitas bahan yang digunakan juga tidak kalah bagus dari kerajinan tangan lainnya.




2.     Kerajinan keranjang anyaman dan pembuatan kasur.

Tidak hanya meliputi kerajinan puzzle saja, pada kegiatan kerja dalam menunjang keterampilan lainnya terdapat kerajinan keranjang yang di buat dari anyaman berbahan plastik, pembuatan yang sebenarnya cukup rumit dan membutuhkan kesabaran ekstra dalam proses pembuatan nya tidak hanya itu ada juga kerajinan pembuatan kasur yang masih dilakukan secara manual oleh Narapidana. Meskipun pembuatan nya masih manual menggunakan tangan tetapi hasil dari kerajinan keranjang dan kasur yang dibuat oleh narapidana tidak kalah bagus dan rapi dari kerajinan yang dibuat oleh perusahaan diluar Lapas. Bahkan meskipun dibuat secara manual kerapian serta kualitas nya terjamin cukup bagus dan hasilnya bisa diterima / dijual di masyarakat luar.




3.     Sablon dan Menjahit.

Selain kedua kerajinan diatas juga terdapat keterampilan yang diberikan kepada Narapidana yaitu keterampilan sablon serta keterampilan menjahit. Tentu saja kedua keterampilan ini banyak di gandrungi oleh masyarakat luas terlebih menjahit yang tentu saja sudah seperti bahan pokok bagi masyarakat. Narapidana diberikan bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga memiliki hasil yang tidak kalah bagus dari pasaran di luar sana. Narapidana mampu mengasah kemampuan mereka dalam kegiatan sablon baju, serta mengasah keterampilan menjahit pakaian, sarung bantal guling, seprei dan Menjahit beberapa jenis celana dan sarung.







4.     Kegiatan Lain yang berada di Lapas Klaten.









Dalam hal Kegiatan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini mematahkan stigma masyarakat umum bahwa Narapidana tidak memiliki aktivitas diluar sel, pada kenyataannya Narapidana memiliki banyak aktivitas yang tentunya dapat membantu mereka dalam mengasah keterampilan. Tidak hanya itu hal ini juga sebagai pembuktian bahwa hasil karya serta keterampilan yang dimiliki oleh Narapidana juga memiliki kualitas, kerapian serta memiliki nilai jual yang tinggi, memiliki kualitas serta kuantitas yang bagus tentu saja membuat kerajinan yang dibuat oleh Narapidana mampu bersaing dengan kerajinan tangan di pasaran umum. Dalam hal ini peran Giatja sangat lah penting terutama dalam membantu Narapidana mengasah keterampilan nya sebagai salah satu bekal yang akan digunakan apabila Narapidana telah selesai menjalankan masa pidananya mereka di Lembaga Pemasyarakatan. Maka dari itu pada keterampilan Narapidana terlebih pada bagian Kegiatan Kerja ini harus lebih disorot serta diberikan perhatian khusus karena Kegiatan Kerja merupakan salah satu bagian yang menarik dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan yang tentunya juga memberikan nilai positif bagi Narapidana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bersama HMPS BKI, Konseling GEMES (Gemar Menulis) Wujudkan Press Release yang Tembus Media

  Sukoharjo, 14 Februari 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN ...