Banyak Masyarakat dari berbagai usia yang masih
memiliki stigma bahwa sebagai seorang
Narapidana di Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) hanya menghabiskan waktu 24 jam di dalam sel tanpa adanya aktivitas
di luar sel. Tentu saja stigma yang tertanam dalam maindset masyarakat ini tidaklah benar,
pada kenyataannya banyak
sekali aktivitas yang dilakukan oleh Narapidana selama
menjalani masa pidananya. Salah satunya kegiatan
di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten.
Ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini dibagi menjadi
4 bagian yaitu Bagian Tata Usaha, Bagian Binadik & Giatja, Bagian Kamtib dan Bagian KPLP.
Pada bagian Binadik & Giatja ini lah salah satu
bagian bidang pembinaan kedalam bagi WBP
yang meliputi kegiatan mental, sosial dan spiritual sebagai bekal apabila suatu
saat kembali bergabung dengan masyrakat
luar. Salah satunya adalah di Seksi Binadik & Giatja, beberapa kegiatan Binadik & Giatja diantaranya
adalah : Bimbingan Kerohanian meliputi pengajian rutin, Hadroh, hafalan Al Qur’an (bagi yang beragama Islam) kemudian
pujian di gereja (bagi yang beragama Kristen/Katholik), Kesehatan jasmani seperti
senam kesegaran jasmani
yang di laksanakan setiap pagi, Serta pembinaan Kemandirian yang terdiri
dari dari kegiatan Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perkayuan dan berbagai
kegiatan budidaya lainya.
Tetapi ada yang menarik pada bagian Sub seksi Giatja
(Kegiatan Kerja). Giatja
merupakan wadah atau tempat
yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten untuk membantu
atau memberikan bimbingan bagi Narapidana terkait keterampilan dan pelatihan
kerja yang tentunya akan berguna
bagi Narapidana sebagai bekal keahlian dan keterampilan apabila mereka sudah
selesai menjalankan masa pidananya
Ada beberapa pelatihan keahlian dan keterampilan yang di berikan dalam
Kegiatan Kerja ini meliputi:
1.
Keterampilan pembuatan
Mainan Edukasi anak yaitu pembuatan puzzle
dan berbagai mainan bagi anak lainya.
Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan dasar kayu
mdf / triplek ini tentu saja bukanlah
hal mudah apabila tidak dilakukan dengan profesional. Tetapi dalam Kegiatan Kerja ini Narapidana di berikan bekal
pelatihan serta bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga menciptakan suatu karya yang tidak kalah bagus dan menarik tidak hanya itu dilihat
dari bentuk serta kerapian packing dan kualitas bahan yang digunakan juga tidak kalah bagus
dari kerajinan tangan lainnya.
2. Kerajinan keranjang
anyaman dan pembuatan kasur.
Tidak hanya meliputi kerajinan puzzle saja, pada
kegiatan kerja dalam menunjang keterampilan
lainnya terdapat kerajinan keranjang yang di buat dari anyaman berbahan plastik, pembuatan yang sebenarnya cukup
rumit dan membutuhkan kesabaran ekstra dalam
proses pembuatan nya tidak hanya itu ada juga kerajinan pembuatan kasur yang masih dilakukan secara manual oleh
Narapidana. Meskipun pembuatan nya masih manual menggunakan tangan tetapi hasil dari kerajinan keranjang dan
kasur yang dibuat oleh narapidana
tidak kalah bagus dan rapi dari kerajinan yang dibuat oleh perusahaan diluar Lapas. Bahkan meskipun dibuat secara
manual kerapian serta kualitas nya terjamin cukup bagus dan hasilnya bisa diterima / dijual di masyarakat luar.
3. Sablon dan Menjahit.
Selain kedua kerajinan diatas juga terdapat
keterampilan yang diberikan kepada Narapidana
yaitu keterampilan sablon serta
keterampilan menjahit. Tentu saja kedua keterampilan ini banyak di gandrungi oleh masyarakat luas
terlebih menjahit yang tentu saja
sudah seperti bahan pokok bagi masyarakat. Narapidana diberikan bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga memiliki
hasil yang tidak kalah bagus
dari pasaran di luar sana.
Narapidana mampu mengasah
kemampuan mereka dalam
kegiatan sablon baju, serta mengasah
keterampilan menjahit pakaian,
sarung bantal guling,
seprei dan Menjahit
beberapa jenis celana dan sarung.
4.
Kegiatan Lain yang berada di Lapas Klaten.
Dalam hal Kegiatan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini mematahkan stigma masyarakat umum bahwa
Narapidana tidak memiliki aktivitas diluar sel, pada kenyataannya Narapidana memiliki banyak aktivitas
yang tentunya dapat membantu
mereka dalam mengasah keterampilan. Tidak hanya itu hal ini juga sebagai pembuktian bahwa hasil karya serta
keterampilan yang dimiliki oleh Narapidana juga memiliki kualitas, kerapian serta memiliki nilai jual yang
tinggi, memiliki kualitas serta kuantitas
yang bagus tentu saja membuat kerajinan yang dibuat oleh Narapidana mampu bersaing dengan kerajinan tangan di
pasaran umum. Dalam hal ini peran Giatja sangat lah penting terutama dalam membantu Narapidana mengasah
keterampilan nya sebagai salah satu bekal yang akan digunakan apabila
Narapidana telah selesai
menjalankan masa pidananya mereka di Lembaga
Pemasyarakatan. Maka dari itu pada keterampilan Narapidana terlebih pada bagian Kegiatan
Kerja ini harus lebih disorot serta diberikan
perhatian khusus karena Kegiatan Kerja merupakan salah satu bagian yang
menarik dari sebuah Lembaga
Pemasyarakatan yang tentunya
juga memberikan nilai positif bagi Narapidana.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar