Kamis, 29 Desember 2022

Panti Asuhan Ad-Dhuha

 


Dilihat dari latar belakang keluarga, mayoritas penghuni panti berasal dari keluarga yang berbeda-beda seperti dari keluarga broken home, orang tua yang bermasalah (pergi, kerja dll), anak terlantar dijalan, anak berkebutuhan khusus, dan anak fakir miskin. Dapat diketahui bahwa anak yang tinggal di panti asuhan ini dari balita sampai mahasiswa tetapi kami memfokuskan melakukan pelayanan bimbingan konseling pada tingkatan Sekolah Dasar dari kelas 1 sampai kelas 6. Jenis Pelayanan yang kami lakukan meliputi:

 

a. Kegiatan Pelayanan Sosial.

Dari kita melakukan observasi dan melakukan pendekatan terhadap anak dan pengasuh, kami juga melakukan wawancara untuk sharing, membantu meningkatkan mood dengan mengajaknya bermain saat istirahat, mengajak klien untuk berbagi keluh kesah, membantu mendampingi mereka proses belajar dengan metode yang tepat untuk mengatasi kesulitannya seperti memberikan ice breaking, reward, pemberian motivasi dll. 

 

b. Kegiatan Pelayanan Bimbingan

1. Bimbingan Fisik : Senam, olahraga, upacara, PBB. bertujuan untuk meningkatkan potensi keaktifan anak-anak terutama terhadap anak panti asuhan. Kami sangat fokus pada saudara-saudara kita yang berada di panti asuhan untuk mendukung mereka agar lebih leluasa untuk berekspresi dan berinteraksi.

2. Bimbingan Mental Spiritual : mengaji, hafalan surat pendek, hadist, doa, sholat sunah dan wajib berjamaah. bimbingan mental spiritual adalah usaha membantu klien dalam meningkatkan kepribadian, sikap, bakat, dan emosi klien serta menguatkan diri dengan mendekatkan diri

kepada Tuhan sehingga klien dapat hidup sesuai dengan norma agama maupun sosial dan mendapatkan ketenangan hidup klien. 



 

Kegiatan PPL yang kita lakukan meliputi

Bimbingan Agama setiap selasa pagi (1 Jam) 07.30-08.30, Pendampingan Konseling Individu dan Kelompok setiap senin-jum'at Jam 08.30-11.15, Olahraga

Pagi (3,5 Jam) 07.30-10.00 setiap Jum’at, Kegiatan Lain Untuk Terapi (Hiburan Ice breaking permainan)

15 Menit setiap Senin-Kamis serta Lomba Untuk Reward

15 menit setiap Rabu.

RILIS BERITA KEGIATAN PPL DISSOSP3APPKB KONSELING HOME VISIT KORBAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL

 

            Pada kasus ini korban berinisial D mendapatkan pelecehan seksual dari pacarnya sendiri yang berumur lebih tua dari korban. Pada konseling home visit pertama, kami mendapatkan keterangan dari korban dan keluarga bahwa setelah kejadian pelecehan tersebut, korban sering menyendiri dan menangis, korban juga sering merasa cemas dan panik saat bertemu orang baru serta berada pada kumpulan banyak orang, korban juga merasa dirinya sudah tidak suci lagi. Karena perasaan-perasaan negative ini korban sempat melakukan self harm sebagai pelarian atas hal-hal yang dia rasakan.

            Setelah beberapa kali di berikan teknik konseling Reality WDEP oleh konselor, keadaan korban sudah mulai membaik, rasa cemas dan rasa menyalahkan diri sendiri juga sudah sedikit berkurang. Namun korban masih sering melamun dan teringat akan kejadian pelecehan yang membuat dia trauma tersebut, kadang korban masih sering bermimpi tentang kejadian itu yang berdampak kepada kualitas tidur yang buruk.


            Pada pertemuan ke 3 home visit, konselor menggunakan teknik terapi stop stoping dan modeling, tekni stoping ini digunakan untuk menyetop/menghentikan kalimat-kalimat melantur dan pikiran-pikiran negative korban terkait kejadian pelecehan yang ia terima. Teknik modelin disini digunakan kepada klien untuk memberiksn contoh bahwa suatu kejadian atau seatu hal yang belum terjadi tidak perlu dikhawatirkan secara belebih, karena korban merasa sangat khawatir karna ancaman dari pelaku. Pada per temuan ke 4 home visit, konselor telah menetapatkan bahwa pertemuan ini sebagai langkah terminasi, karena keaadaan korban sudah jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Afirmasi Penerima Manfaat dengan Media Pohon Harapan

 


            Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan yang harus dilewati dan dilaksanakan dengan baik oleh para mahasiswa di universitas. Pada semester 7 ini, kami melakukan PPL di sebuah instansi yang bernama PPSW Wanodyatama Surakarta, yang didalamnya terdapat kurang lebihnya 75 Penerima Manfaat dengan berbagai permasalahan yang berbeda-beda. Permasalahan tersebut meliputi, wanita tuna susila/eks tuna susila, anak punk, anak jalanan, anak titipan orang tua, dan juga beberapa wanita yang mengalami depresi berat maupun ringan.

            Dalam melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini, kami selalu berkoordinasi bersama dengan pembimbing dari pihak PPSW yakni Ibu Umi Rokhana. Setelah melakukan beberapa koordinasi dan diskusi bersama pembimbing, akhirnya kami mengambil sebuah kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, penerimaan diri, dan juga sikap optimis Penerima Manfaat (PM). Kegiatan ini kami beri nama “Afirmasi Penerima Manfaat dengan Media Pohon Harapan”, yang kami kolaborasikan bersama Ibu Umi Rokhana, tak hanya itu ibu Umi juga ikut serta memberikan sesi relaksasi.



Media pohon harapan adalah merupakan media yang digunakan untuk menjaring sebuah informasi yang ada di dalam diri seseorang. Adanya pembuatan pohon harapan ini, diharapkan Penerima Manfaat (PM) bisa lebih mengenal diri sendiri serta memahami apa saja kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya. Dengan begitu, maka Penerima Manfaat (PM) akan mulai mencoba berfikir atas apa saja perbuatan yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir dan upaya apa saja yang sepantasnya mereka lakukan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi. Setelah mengulas beberapa sampel harapan yang telah ditulis oleh PM, sebagian besar PM ternyata memiliki harapan hanya ingin segera bebas/keluar dari PPSW tanpa memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah keluar dari PPSW. Kemudian Ibu Umi Rokhana menegaskan, bahwasannya jika harapan mereka hanya tersebut, maka sangatlah mudah untuk dicapai. Ibu Umi Rokhana kemudian memberikan sebuah dorongan kepada seluruh PM untuk mengubah harapan mereka setelah keluar itu mau menjadi apa. Kemudian setelah itu sebagian besar PM merubah harapan mereka dengan aktivitas positif lainnya, seperti ingin bekerja, ingin melanjutkan sekolah, ingin mengikuti kursus menjahit dan lain sebagainya.


            Setelah sesi pengulasan beberapa sampel dari harapan yang telah ditulis Penerima Manfaat (PM) tersebut, barulah kemudian Ibu Umi Rokhana melakukan sedikit renungan dengan relaksasi yang bertujuan agar hati dan fikiran mereka menjadi lebih tenang dan bisa menyambut hari esok yang lebih baik lagi. Harapan dari kami, semoga setelah dengan diadakannya kegiatan ini, PM bisa lebih menerima dan memahami diri dari kesalahan yang telah mera lakukan selama ini di masa lalu, dan bisa merubahnya dimasa yang akan datang sesuai dengan proses dan kisah perjalanan pada masign-masing individu PM tersebut.

            Pesan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan, entah itu masalah yang besar maupun kecil. Dari kekurangan dan kesalahan tersebut, Allah SWT juga memberikan kelebihan kepada setiap individu tersebut, yang bisa mereka manfaatkan untuk merubah pribadi dirinya agar menjadi insan yang lebih baik lagi kedepannya.

Sekolah Lansia di Mloko Bandardawung Tawangmangu

 


Sekolah Lansia yang ada di Mloko bandardawung merupakan sekolah lansia yang baru di dirikan dengan tujuan agar lansia mampu melakukan semua kegiatan sehari-hari dengan mandiri dan mampu melakukan kegitan yang disukai. Sekolah Lansia dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas A dari umur 65 ketas dan kelas B dari umur 65 kebawah. Kegiatan sekolah lansia ini dilakukan sebulan sekali kelas A setiap tanggal 22 dan kelas B setiap tanggal 28.

Pada masa usia lansia ini akan mengalami banyak perubahan-perubahan dari fisik maupun psikologis yang tentu akan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Dan beberapa faktor juga yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental lansia antara lain seperti pendengaran berkurang, hilangnya peranan sosial, penurunan kesehatan dll. Sehingga adanya sekolah lansia ini sangat membantu lansia dalam bebrbagai hal termasuk dalam dukungan mental. Dimana pada usia lansia tersebut tak banyak juga harapan mereka untuk hidup lebih lama sedikit, sehingga dengan sekolah lansia mereka mampu memiliki harapan hidup yang lebih panjang dengan tetap hidup mandiri tanpa harus meminta bantuan orang lain terus –menerus dan dapat merasakan bahagia dengan berkumpul dengan teman –teman yang ada disekolah lansia.


            Kegiatan di sekolah lansia ini hamper sama seperti sekolah umum baik dari strukturnya dan materi juga ada tetapi hanya berkaitan untuk memotivasi lansia agar tetap hidup mandiri. Materi lainnya yaitu kerohanian, kesehatan seperti cek tekanan darah, olahraga, berkebun dll. Di sekolah lansia ini juga ada jenjangnya dari S1 itu 4 kali pertemuan, S2 3 kali pertemuan, S3 2 kali pertemuan. Dalam sekolah lansia ini jika absen dan nilai ujian tidak memenuhi bisa tinggal dikelas, sehingga sama sepertisekolah umum ada juga yg naik kelas da nada juga yang harus tinggal dikelas.   

Menjawab Stigma Masyarakat Tentang " Narapidana Tidak Memiliki Aktivitas Selain dalam Sel di Lembaga Pemasyarakatan? "

 


Banyak Masyarakat dari berbagai usia yang masih memiliki stigma bahwa sebagai seorang Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hanya menghabiskan waktu 24 jam di dalam sel tanpa adanya aktivitas di luar sel. Tentu saja stigma yang tertanam dalam maindset masyarakat ini tidaklah benar, pada kenyataannya banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh Narapidana selama menjalani masa pidananya. Salah satunya kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten. Ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu Bagian Tata Usaha, Bagian Binadik & Giatja, Bagian Kamtib dan Bagian KPLP.

Pada bagian Binadik & Giatja ini lah salah satu bagian bidang pembinaan kedalam bagi WBP yang meliputi kegiatan mental, sosial dan spiritual sebagai bekal apabila suatu saat kembali bergabung dengan masyrakat luar. Salah satunya adalah di Seksi Binadik & Giatja, beberapa kegiatan Binadik & Giatja diantaranya adalah : Bimbingan Kerohanian meliputi pengajian rutin, Hadroh, hafalan Al Qur’an (bagi yang beragama Islam) kemudian pujian di gereja (bagi yang beragama Kristen/Katholik), Kesehatan jasmani seperti senam kesegaran jasmani yang di laksanakan setiap pagi, Serta pembinaan Kemandirian yang terdiri dari dari kegiatan Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perkayuan dan berbagai kegiatan budidaya lainya.

Tetapi ada yang menarik pada bagian Sub seksi Giatja (Kegiatan Kerja). Giatja merupakan wadah atau tempat yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten untuk membantu atau memberikan bimbingan bagi Narapidana terkait keterampilan dan pelatihan kerja yang tentunya akan berguna bagi Narapidana sebagai bekal keahlian dan keterampilan apabila mereka sudah selesai menjalankan masa pidananya

Ada beberapa pelatihan keahlian dan keterampilan yang di berikan dalam Kegiatan Kerja ini meliputi:

1.     Keterampilan pembuatan Mainan Edukasi anak yaitu pembuatan puzzle dan berbagai mainan bagi anak lainya.

Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan dasar kayu mdf / triplek ini tentu saja bukanlah hal mudah apabila tidak dilakukan dengan profesional. Tetapi dalam Kegiatan Kerja ini Narapidana di berikan bekal pelatihan serta bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga menciptakan suatu karya yang tidak kalah bagus dan menarik tidak hanya itu dilihat dari bentuk serta kerapian packing dan kualitas bahan yang digunakan juga tidak kalah bagus dari kerajinan tangan lainnya.




2.     Kerajinan keranjang anyaman dan pembuatan kasur.

Tidak hanya meliputi kerajinan puzzle saja, pada kegiatan kerja dalam menunjang keterampilan lainnya terdapat kerajinan keranjang yang di buat dari anyaman berbahan plastik, pembuatan yang sebenarnya cukup rumit dan membutuhkan kesabaran ekstra dalam proses pembuatan nya tidak hanya itu ada juga kerajinan pembuatan kasur yang masih dilakukan secara manual oleh Narapidana. Meskipun pembuatan nya masih manual menggunakan tangan tetapi hasil dari kerajinan keranjang dan kasur yang dibuat oleh narapidana tidak kalah bagus dan rapi dari kerajinan yang dibuat oleh perusahaan diluar Lapas. Bahkan meskipun dibuat secara manual kerapian serta kualitas nya terjamin cukup bagus dan hasilnya bisa diterima / dijual di masyarakat luar.




3.     Sablon dan Menjahit.

Selain kedua kerajinan diatas juga terdapat keterampilan yang diberikan kepada Narapidana yaitu keterampilan sablon serta keterampilan menjahit. Tentu saja kedua keterampilan ini banyak di gandrungi oleh masyarakat luas terlebih menjahit yang tentu saja sudah seperti bahan pokok bagi masyarakat. Narapidana diberikan bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga memiliki hasil yang tidak kalah bagus dari pasaran di luar sana. Narapidana mampu mengasah kemampuan mereka dalam kegiatan sablon baju, serta mengasah keterampilan menjahit pakaian, sarung bantal guling, seprei dan Menjahit beberapa jenis celana dan sarung.







4.     Kegiatan Lain yang berada di Lapas Klaten.









Dalam hal Kegiatan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini mematahkan stigma masyarakat umum bahwa Narapidana tidak memiliki aktivitas diluar sel, pada kenyataannya Narapidana memiliki banyak aktivitas yang tentunya dapat membantu mereka dalam mengasah keterampilan. Tidak hanya itu hal ini juga sebagai pembuktian bahwa hasil karya serta keterampilan yang dimiliki oleh Narapidana juga memiliki kualitas, kerapian serta memiliki nilai jual yang tinggi, memiliki kualitas serta kuantitas yang bagus tentu saja membuat kerajinan yang dibuat oleh Narapidana mampu bersaing dengan kerajinan tangan di pasaran umum. Dalam hal ini peran Giatja sangat lah penting terutama dalam membantu Narapidana mengasah keterampilan nya sebagai salah satu bekal yang akan digunakan apabila Narapidana telah selesai menjalankan masa pidananya mereka di Lembaga Pemasyarakatan. Maka dari itu pada keterampilan Narapidana terlebih pada bagian Kegiatan Kerja ini harus lebih disorot serta diberikan perhatian khusus karena Kegiatan Kerja merupakan salah satu bagian yang menarik dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan yang tentunya juga memberikan nilai positif bagi Narapidana.

PRESS RELEASE PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SENTRA TERPADU PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM UNIVERITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA

 


Mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam dari Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta sebanyak 11 orang telah menyelesaikan program magang di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Program magang ini dilaksanakan selama 24 hari yang terhitung sejak tanggal 8 sampai dengan 31 Agustus 2022.

Mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Agit Purwo Hartatnto, M.Pd., mengikuti pertemuan di lembaga yang diwakili oleh Bapak Endang Gumelar Gautama, A.Ks., M.PSSp. selaku KTK Pelayanan Publik dan Kehumasan dan beberapa pegawai untuk melakukan penyerahan sekaligus pengenalan sejarah Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Mahasiswa praktikan mendapatkan jadwal yang disesuaikan pada bidang yang berkaitan dengan assesmen  dan program rehabilitasi Penerima Pelayanann Kesejahteraan Sosial (PPKS).


Masa magang mahasiswa ini bersamaan dengan perayaan kemerdekaan HUT RI yang ke-77 dan HUT Rehabilitasi Centrum yang sekarang telah berganti nama menjadi Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Oleh sebab itu, kegiatan yang lebih banyak adalah serangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia dan lembaga Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta yang ke-71 bertepatan pada tanggal 28 Agustus. Mahasiswa magang turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara bersama para PPKS untuk memeriahkan hingga puncak acara.


Sebelum berakhirnya masa magang mahasiswa praktikan mengadakan kegiatan membuat media konseling berupa pohon harapan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para PPKS dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Agustus 2022 pukul 13.30-15.00 WIB. Meskipun tidak semua PPKS dapat menghadiri namun sebagian besar memiliki antusias yang tinggi untuk mengikutinya. PPKS yang hadir didominasi oleh penyandang disabilitas fisik. Setelah kegiatan ini selesai mampu menciptakan kekeluargaan antara PPKS dengan mahasiswa dan pada akhir kegiatan, para PPKS terlihat bahagia. Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian kesan serta pesan baik dari PPKS maupun mahasiswa. Harapannya adalah tali silturahmi yang telah terjalin tidak akan terputus meskipun masa magang telah berakhir.

Program Kejar Paket di Lembaga PPAP Seroja Surakarta

Kegiatan PPL yang menurut kami layak untuk diberitakan adalah adanya Program Kejar Paket yang ada di Lembaga PPAP Seroja. Mengapa? Karena Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran (PPAP) Seroja adalah sebuah lembaga sosial yang aktif memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak-anak marijinal melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, advokasi, dan pemberdayaan ekonomi.

Di Lembaga PPAP Seroja program utama bertempat di pendidikannya. Seroja berkeinginan bahwa semua berhak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali. Kami mahasiswa BKI mendapatkan tempat untuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) DI Seroja, disana kami berkesempatan untuk membuat soal-soal latihan untuk program kejar paket dan kami juga berkesempatan untuk mengajar kejar paket.Disela-sela waktu dan kesempatan kami juga melaksanakan program bimbingan konseling bersama teman-teman kejar paket.

Untuk itu Program Kejar Paket di Lembaga PPAP Seroja layak untuk diberitakan karena materi yang diberikan setara dengan sekolah-sekolah formal lainnya. Dan program ini sangat membantu bagi siapapun yang terkendala dalam pendidikannya.

Healing Ala PPSA Pamardi Utomo Boyolali : Adakan Ngopi

 


Boyolali,  PPL BKI UIN RM. Said menggelar acara NGOPI (Ngobrol Psikoterapi dan Hipnoterapi) dengan tema “Self Healing With Hypnotherapy”. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari mahasiswa PPL BKI UIN RM. Said Surakarta yang berada di PPSA Pamardi Utomo Boyolali. (Minggu, 4/9).

Ngopi (Ngobrol Psikoterapi dan Hipnoterapi) ini diikuti oleh Penerima Manfaat PPSA Pamardi Utomo Boyolali, PPL BKI UIN RM. Said, dan PPL dari Poltekesos Bandung. Ulin Nuha, selaku Ketua Kelompok PPL dalam sambutannya mengatakan bahwa perbedaan psikoterapi mengarah dalam kejiwaan dan hipnoterapi ke sugesti, tetapi dua-dua ini mampu untuk self healing bagi anak-anak karena untuk membantu menyelesaikan masalah anak-anak.

Yuli, selaku Peksos Ahli Muda PPSA Pamardi Utomo Boyolali mengatakan bahwa hipnoterapi ini untuk sebuah terapi dan rileksasi untuk anak-anak semua, sehingga cermatilah dan pahamilah materi pada kegiatan Ngopi kali ini.

Agus Wahudi, selaku pemateri mengatakan bahwa kondisi seseorang akan mempengaruhi masa depan dan jangan berburuk sangka, bahwa hipnoterapi dan hipnotis itu suatu hal yang berbeda bahwa hipnoterapi merupakan suatu terapi dalam metode pengobatan. Dan lakukan yang positif untuk memotivasi terhadap dirimu sendiri.

Harapan dari acara ini dapat mengenal lebih jauh apa itu psikoterapi, hipnoterapi. Bahwa psikoterapi dan hipnoterapi bukan suatu kegiatan hipnotis yang dilakukan oleh orang yang kurang baik dan mampu memberikan motivasi dan semangat untuk anak-anak di PPSA Pamardi Utomo Boyolali. Salah satu mahasiswa PPL BKI mengatakan carilah jalan untuk memperbaiki diri jangan sibuk untuk menyalahkan keadaan.

 

 

-We Are Family

-Membentuk Generasi Muda Beradab

PRESS RELEASE KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA BKI DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK (PPSA) TARUNA YODHA SUKOHARJO UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA TAHUN 2022

 

            Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bentuk dari pengabdian mahasiswa terjun kedunia pekerjaan. PPL ini dilaksanakan di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Taruna Yodha Sukoharjo yang dilaksanakan mulai dari tanggal 08 Agustus sampai dengan 08 September 2022. Di PPSA ini terdiri dari 6 keterampilan yaitu las, menjahit, tata boga, salon, kompter dan bengkel sepeda motor. Hari pertama kegiatan PPL  pada hari Kamis, 08 Agustus 2022, di mulai pada pukul 13.00-14.00 penyerahan mahasiswa PPL ke lembaga yang diserahkan langsung oleh Dosen Pembimbinga Lapangan Ibu Ulfa Fauziah, M.Si. Alhamdulillah kegiatan penyerahan berjalan dengan lancar yang diterima oleh kepala Panti Bapak Drs. Joko Sarwanto, MM. 

Hari kedua PPL diawali dengan apel pagi dan senam bersama dengan staf karyawan serta Penerima Manfaat (PM) di panti pada pukul 07.00-07.30 WIB setelah itu pukul 07.45-09.00 WIB Bimbingan kelas, dan dilanjutkan dengan bimbingan keterampilan dari pukul 09.00-15.00WIB dan malam pun diisi dengan bimbingan malam dari pukul 19.00-21.00 WIB setelah itu apel malam dan tidur. Kegiatan seperti itu dilakukan setiap hari Senin-Sabtu.




Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2022, kami mahasiswa PPL melaksanakan program kerja yang pertama yaitu pelatihan desain grafis dengan menggunakan aplikasi canva. Dengan pemateri dari mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta mas Hanif Manarudin, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00-12.00 WIB dengan dihadiri Penerima Manfaat (PM) berjumlah 50 peserta, kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan serta materi inti dan dilanjutkan praktik hingga evaluasi dan Tanya jawab, Alhamdulillah peserta banyak yang berpartisipasi dan kegiatan berjalan dengan lancar.



        Pada hari Rabu, 24 Agustus 2022 kami mahasiswa PPL melaksanakan program kerja yang kedua yaitu Hipnoterapi, yang menjadi pemateri dalam kesempatan pada waktu itu yait dosen UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu bapak M. Agus Wahyudi, S.Ag., M.Psi. kegiatan dilaksanakan pada pukul 13.00-16.00 WIB kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan , acara inti dan penutup serta Tanya jawab. Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti 70 peserta.

 




PETJAHHH !!! CLOSING CEREMONY MAHASISWA PPL UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA DI SLB-C (TUNA GRAHITA) YPSLB SURAKARTA MENUAI BANYAK PUJIAN.

 


Surakarta - Selama 35 hari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta selesai pada hari Jum’at tanggal 9 september 2022. Kemudian dilanjutkan acara Closing Ceremony pada hari Selasa tanggal 13 September 2022 yang bertepatan dengan hari ulang tahun Yayasan Pembina Sekolah Luar Biasa Surakarta yang ke-45 tahun.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB, dihadiri oleh Pimpinan Yayasan SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta Ibu Christianingsih Budiwati SE, M.Si, Ak, CA, Bapak Dr. Imam Mutjahid, M,Pd. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa PPL UIN Raden Mas Said Surakarta, jajaran dewan guru dan staff SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta. Serta dihadiri oleh semua wali murid siswa-siswi SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta.

Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua hadirin dan pembacaan ayat suci al-Qur’an yang di bacakan oleh salah satu perwakilan dari Mahasiswa PPL UIN Raden Mas Said Surakarta. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya Ibu Heny Kusumawati selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwasanya beliau berterimakasih dengan kehadiran mahasiswa PPL selama sebulan di SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta ini sangat terbantu. Beliau juga menyampaikan dirinya merasa berat hati jika mahasiswa PPL meninggalkan SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta. Dan juga beliau berpesan agar hubungan antar mahasiswa dengan sekolah tetap terjalin.

Senada dengan itu, Ibu Christianingsih Budiwati SE, M.Si, Ak, CA, selaku perwakilan Pimpinan Yayasan SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta beliau berharap jika nanti ditahun selanjutnya ada mahasiswa yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta.

Dalam sambutannya Bapak Dr. Imam Mutjahid, M,Pd. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa PPL UIN Raden Mas Said Surakarta memohon maaf kepada mahasiswa PPL bahwasanya beliau belum maksimal dalam melakukan pendampingan. Beliau juga mengapresiasi kepada mahasiswa PPL karena masih ada yang berkeinginan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta.

Selepas sambutan, acara selanjutnya dimeriahkan oleh beberapa penampilan yang dibawakan oleh para siswa SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta. Dalam penampilan tersebut para siswa menampilkan Karawitan, Tari khas nusantara, dan Tari kreasi yang merupakan hasil latihan bersama Ibu Indriya Asriningsih, S.Sn. Selaku Guru Seni dan Budaya di sekolah tersebut dan didampingi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dilanjutkan acara inti dalam rangka hari ulang tahun SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta ke-45 tahun dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan oleh pimpinan yayasan dan kepala sekolah SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta, serta jajaran pengurus yayasan yang diiringi dengan pemutaran lagu Jamrud “selamat ulang tahun” disambut dengan tepuk tangan oleh para hadirin yang datang.

Acara yang berlangsung khidmat ini, kemudian ditutup dengan kesan pesan dari Saudara Ramanda Ade Saputra selaku perwakilkan kelompok Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Mas Said Surakarta dan dilanjutkan dengan pemberian kenang - kenangan dari mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Mas Said Surakarta berupa Vandel, Kreasi Pohon Harapan dan Mading yang di sertai foto dari kegiatan selama sebulan di SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta kepada pihak sekolah yang diwakilkan oleh Ibu Heny Kusumawati, S.Sos. Selaku Kepala Sekolah SLB-C (Tuna Grahita) YPSLB Surakarta. Acara ditutup dengan foto bersama dan bersalam-salaman mahasiswa PPL kepada jajaran pengurus yayasan dan staff pengajar Yayasan Pembina Sekolah Luar Biasa.



SHARING BERSAMA PARA ORANG TUA HEBAT DI DINAS SOSIAL KABUPATEN SUKOHARJO

 


Sukoharjo (07/09/22)- Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam yang berjumlah 8 orang terdiri dari Tri Wahyuni, Alifia Natasya, Indah Novita, Isnaini Puji, Jihan Nur Inayah, Eri Tri Hartanti, Esti Wupandari dan Syajarotul Lu'luk melaksanakan PPL di Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo. Pada kesempatan kali ini, mahasiswa BKI yang sedang melaksanakan PPL di Dinas Sosial kabupaten Sukoharjo mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi sanggar inklusi yang ada di kabupaten Sukoharjo salah satunya adalah Sanggar Inklusi Tunas Bangsa yang terletak di Jl. Raya Nguter, Dusun II, Nguter, Kec. Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Sanggar inklusi ini terdiri lebih dari 50 ABK dengan lebih dari 5 orang pendidik dan relawan.

Setiap orang tua tentunya membutuhkan kesiapan, keterampilan dan pengetahuan untuk mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya.  Terlebih jika anak yang dilahirkan memiliki keadaan spesial yang dimana berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Maka tentunya orang tua harus memiliki kesiapan, ketrampilan dan pengetahuan yang ekstra. Anak berkebutuhan khusus juga mempunyai hak yang sama dengan anak lainnya. Seperti hidup mandiri, berprestasi sesuai dengan bakat minat yang dimilikinya serta bermain dengan siapapun tanpa dibanding-bandingkan. Namun saat ini masih banyak anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapatkan haknya. Hal ini senada dengan ungkapan salah satu wali  murid yang ada di sanggar Inklusi Tunas Bangsa.

Yang paling mencela kita saat punya anak istimewa itu justru keluarga dekat, tapi seiring berjalan nya waktu saya mulai legowo dan saya tidak memperdulikan omongan orang tentang anak saya,” ucap salah satu orang tua ABK.

Ungkapan tersebut tentunya menyadarkan kita bahwasannya langkah yang kita tempuh selama ini yang dalam hal menghapus stigma negatif masyarakat belum terlaksana secara optimal. Sesungguhnya orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus juga memerlukan dukungan sosial untuk membesarkan anak-anaknya.  Dukungan sosial ini dapat berasal dari berbagai pihak seperti keluarga besar, lingkungan, dan pemerintah. Sehingga anak yang dibesarkan dapat tumbuh dan berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan potensinya.

Pada kesempatan ini mahasiswa PPL di dukung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial untuk melaksanakan bimbingan sosial dengan tema dukungan sosial bagi keluarga ABK bertajuk Sharing Bersama Orangtua Hebat. Dalam kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan sosial berupa dukungan emosi dan spiritual. Pada kegiatan ini dihadiri kurang lebih 30 orang tua ABK.

Kegiatan ini sangat bagus, karena dukungan-dukungan nyata seperti ini yang mereka butuhkan, ini lah tugas kalian baik sekarang atau nanti karena kalian akan menjadi pekerja sosial,” ucap Bapak Liliek, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian Klien di Bapas Kelas I Surakarta

 


      Balai Pemasyarakatan (BAPAS) merupakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bidang Pemasyarakatan luar lembaga yang merupakan pranata atau satuan kerja dalam lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yang bertugas melakukan pembimbingan terhadap klien sampai seorang klien dapat memikul beban/masalah dan dapat membuat pola sendiri dalam menanggulangi beban permasalahan hidup. Pembimbingan yang dimaksud dilakukan di luar LAPAS ataupun RUTAN. Sejarah berdirinya BAPAS, dimulai pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yaitu dengan berdirinya Jawatan Reclassering yang didirikan pada tahun 1927 dan berada pada kantor pusat jawatan kepenjaraan. Jawatan ini didirikan untuk mengatasi permasalahan anak-anak/ pemuda Belanda dan Indo  yang memerlukan pembinaan khusus. Kegiatan Jawatan Reclassering ini adalah memberikan bimbingan lanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pembimbingan bagi WBP anak dan dewasa yang mendapatkan pembebasan bersyarat, serta pembinaan anak yang diputus dikembalikan kepada orang tuanya dan menangani anak sipil. Petugas Reclassering disebut Ambtenaar de Reclassering.Bapas memiliki tanggung jawab yang besar dalam pertanggung jawaban pembinaan klien pasca melakukan masa hukuman agar dapat berubah kearah yang lebih baik, di terima  kembali dengan baik oleh masyarakat, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama atau kembali berususan dengan hukum. Maka dari itu bapas 1 surakarta juga memiliki tanggung jawab dalam membina  klien dalam permasalahan yang mereka alami untuk dapat terselesaikan dengan baik, permasalahan yang di alami klien cukup bervariatif dan di di latar belakangi oleh hal yang bervariatif pula  namun secara garis besar permasalahan yang di alami justru setelah menyelesaikan hukuman yang mana seringkali mengalami ketidakmampuan beradaptasi saat kembali ke masyarakat, untuk itu bimbingan konseling memiliki peran yang penting dalam penyelesaian permasalahan ini sebagaimana esensi bimbingan konseling sebagai bentuk arahan dan juga pemecahan masalah yang di alami.

    Narapidana merupakan seseorang yang sedang menjalani hukuman karena tindak pidana yang dilakukannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016). Menjalani kehidupan sebagai seorang narapida akan terasa berat karena di dalam penjara sebagian hak-hak yang dimiliki oleh narapidana akan hilang, seperti hilangnya kebebasan untuk bertemu dengan masyarakat umum Perubahan-perubahan yang dialami oleh narapidana seperti hidup terisolasi dari masyarakat, ruang gerak terbatas, kehilangan kepercayaan dari masyarakat, hingga stigma dari masyarakat sekitar tentu membawa perubahan bagi kehidupan narapidana. Perasaan sedih pada narapidana setelah menjalani masa sidang yang melelahkan hingga dijatuhi hukuman pidana dengan waktu tertentu, serta munculnya perasaan bersalah dan malu setelah melakukan perbuatan yang melanggar hukum, kemudian dihadapkan pada kehidupan penjara yang dengan aturan menjadi beban tersendiri bagi narapidana. Berdasarkan uraian di atas maka perlu adanya penyikapan dalam penyelesaian masalah yang di alami mantan narapidana, Bapas Kelas I Surakarta melaksanakan layanan bimbingan kelompok bagi para mantan narapidana dalam permasalahan penerimaan diri dan aktualisasi diri.


   Menurut salah satu pembimbing permasyarakatan (PK) bernama ibu Andrina menjelasakan bahwa para mantan narapidana merupakan individu yang berhadapan dengan hukum, namun ketika sudah menyelesaikan masa hukuman ketika kembali kemasyarakat tak jarang adanya perasaan di dalam dirinya tidak dapat di terima baik oleh masyarakat  dan perlu adanya aktialisasi diri sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas diri mantan narapidana agar menjadi individu yang lebih baik. Penerimaan diri adalah kemampuan individu untuk dapat memiliki pandangan positif mengenai diri sendiri dan bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik yang ada pada diri tanpa merasa ketidaknyamanan terhadap diri sendiri (Ronica, Nurhasanah &Abd, 2019). Penerimaan diri dibutuhkan untuk menyadari atas kemampuan yang dimiliki dirinya sendiri, apabila seseorang melihat dari sisi ideal yang diinginkan maka akan kesulitan mencapai penerimaan diri yang baik (Hill, Hall, Appleton, & Kozub, 2007). Aktualisasi diri di definisikan sebagai kecenderungan untuk mengembangkan bakat dan kapasitas diri, definisi di atas masih terlalu general jika melihat beberapa rumusan dan karakteristik mengenai individu yang telah mencapai tingkatan aktualisasi-diri. Menurut Maslow, terdapat beberapa kriteria bagi pribadi atau individu yang telah mencapai tingkatan aktualisasi-diri, yaitu; 1). Bergerak maju melewati hierarki kebutuhan (hierarchy of needs), 2). Memegang erat-erat B-values atau metamotivation, 3). Bebas darmetapatologi (metapathology),19 4). memenuhi kebutuhan untuk bertumbuh, berkembang, dan semakin menjadi apa yang bagi para pengaktualisasi-diri sanggup untuk dilakukan. Gagasan Maslow tentang aktualisasi-diri mereprentasikan tingkat tertinggi perkembangan manusia. Gagasan ini muncul setelah dia melihat dua gurunya Wertheimer dan Benedict yang dinilainya sangat hebat, istimewa, dan disebutnya sebagai “manusia unggul” itu memiliki karakteristik yang berbeda.

Bersama HMPS BKI, Konseling GEMES (Gemar Menulis) Wujudkan Press Release yang Tembus Media

  Sukoharjo, 14 Februari 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN ...