Kamis, 16 Februari 2023

Bersama HMPS BKI, Konseling GEMES (Gemar Menulis) Wujudkan Press Release yang Tembus Media

 

Sukoharjo, 14 Februari 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menghadirkan Konseling GEMES (Gemar Menulis) untuk mengasah keterampilan menulis press release. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Konseling GEMES (Gemar Menulis) mengusung tema “Goresan Asa dengan Tinta untuk Menginspirasi Sesama”. Ketua panitia Konseling GEMES, Luthfi Rohmatus mengatakan “Kegiatan ini perlu diapresiasi karena sebagai penunjang pengurus HMPS BKI dalam membuat press release.

“Dengan adanya Konseling GEMES (Gemar Menulis) mudah-mudahan dapat menjadi langkah awal untuk pengurus HMPS BKI dalam membuat press release yang bisa menginspirasi sesama dan menembus media”, ujar Zulfa Nuaini selaku Ketua Umum HMPS BKI 2023.


Fika Winda Hamidah, selaku pemateri menyampaikan bahwa “Untuk mempublikasikan kegiatan HMPS BKI maka kita perlu membuat press release yang memuat unsur 5W+1H agar informasi yang kita berikan kepada masyarakat jelas”.

Dalam acara tersebut, pemateri berharap semoga press release yang dibuat oleh pengurus HMPS BKI dapat diterbitkan di website ternama, seperti Solopos.


Alhamdulillah acara demi acara berjalan dengan lancar

~ Salam konsi,

Always be Family

Senin, 13 Februari 2023

HMPS BKI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA MEMPERKENALKAN LCS (LAYANAN COUNTER SAMBAT) DAN MENGADAKAN DISKON (DISKUSI KONSELING)

 


Sukoharjo, 13 Februari 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam 2023 (HMPS BKI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Launching Layanan Counter Sambat (LCS) dan Diskusi Konseling (DISKON) HMPS BKI. Acara ini diselenggarakan secara offline di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dan dihadiri oleh mahasiswa umum serta Dosen Bimbingan dan Konseling Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Launching Layanan Counter Sambat  (LCS) dan Diskusi Konseling (DISKON) mengangkat tema “Peran Kecerdasan Emosional dan Spiritual untuk Meningkatkan Kualitas dan Potensi Diri”. “Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mengenalkan Layanan Counter Sambat dan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai peran kecerdasan emosional dan spiritual dalam meningkatkan kualitas dan potensi diri mahasiswa”. ujar Riska Nur Hanifah selaku ketua panitia Launching Layanan Counter Sambat  (LCS) dan Diskusi Konseling (DISKON) HMPS BKI.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Umum HMPS BKI 2023, Zulfa Nuaini, ia berharap “Layanan Counter Sambat ini dapat terealisasi dengan baik dan berguna untuk mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta serta mahasiswa mampu mengelola kecerdasan emosional dan spiritual demi peningkatan kualitas dan potensi dirinya”.

Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Alfin Miftahul Khairi menyampaikan “Program inovatif ini ditujukan kepada mahasiswa untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa baik masalah keluarga, karir, perkuliahan, maupun percintaan. Dan semoga ke depannya program kerja ini dapat terlaksana dengan baik”.


Dilanjut dengan acara selanjutnya penyampaian materi bersama dosen Bimbingan dan Konseling Islam. “Kecerdasan emosional dan spiritual akan membuat seseorang menyadari siapa dirinya dan bagaimana individu itu memberikan makna terhadap kehidupan sehari-harinya. Dengan adanya hal tersebut maka seseorang akan mampu meningkatkan kualitas dan potensi di dalam dirinya dengan sebaik mungkin”. Ujar Isnanita Noviya Andriyani.

Dalam acara tersebut, pemateri berpesan bahwa “Pemenang selalu melihat ada peluang di dalam setiap kesulitan, sedangkan pecundang selalu melihat kesulitan di dalam setiap peluang. Jika kamu ingin menjadi seorang pemenang, manfaatkan setiap peluang dengan sebaik mungkin”. 

Alhamdulillah acara demi acara berjalan dengan lancar.



~ Salam konsi,

Always be Family



Jumat, 27 Januari 2023

Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Periode 2023 Mengawali Kepengurusan dengan Mengadakan Upgrading dan Rapat Kerja


Januari, 25-27 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Mengadakan Upgrading dan Rapat Kerja sebagai titik awal perjalanan kepengurusan HMPS BKI 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Dea Ayu, salah satu Pengurus HMPS BKI 2023, tepatnya di Boyolali. Kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja ini sekaligus sebagai ajang pelantikan Pengurus HMPS BKI periode 2023 oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

Di mana Upgrading dan Rapat Kerja ini mengusung tema "Perkuat Solidaritas Guna Wujudkan Profesionalitas HMPS BKI Periode 2023". Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan menetapkan program kerja HMPS BKI periode 2023, sehingga program kerja menjadi lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas. "Upgrading dan Rapat Kerja ini menjadi wadah bagi kita untuk merumuskan program kerja satu kepengurusan ke depan dengan tujuan untuk memberikan perubahan yang lebih baik lagi". Ujar Zulfa Nuaini selaku ketua HMPS BKI 2023.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Sekertaris Jurusan Dakwah dan Komunikasi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta "Pergantian pengurus atau amanah yang diberikan harus mampu memberikan perubahan yang lebih baik lagi". Ujar Lukman Harahap selaku Sekretaris Jurusan.



Dilanjutkan dengan sharing session bersama dosen Bimbingan dan Konseling Islam "Selama di bangku perkuliahan, hendaknya kalian ikut organisasi, agar mampu mengaktualisasikan diri menjadi lebih baik lagi, dapat mengembangkan diri, dan memperbanyak jaringan baik di dalam maupun luar kampus".

Acara selanjutnya Upgrading dan Materi Keorganisasian bersama Demisioner HMPS BKI. "Cara menjadi pemimpin yang baik adalah mampu mengayomi anggotanya dan aktif dalam memberikan manfaat bagi orang lain" Ujar Fika Winda selaku Demisioner Ketua HMPS BKI 2022.

Di hari kedua dilanjutkan dengan Rapat Kerja di mana setiap departemen mempresentasikan program kerja yang akan dijalankan selama satu kepengurusan ke depan. Pemaparan program kerja diawali oleh Departemen Dakwah Publik (DAKPUB), Departemen Pengembangan Potensi Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM), Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS), dan Badan Pengurus Harian (BPH). Diskusi program kerja berjalan dengan lancar dan banyak usulan yang disampaikan oleh pengurus lainnya.


Selanjutnya, sebelum kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja berakhir, HMPS BKI periode 2023 mengadakan evaluasi bersama pengurus HMPS BKI 2023 guna mempererat solidaritas dan kekeluargaan antar pengurus.

~ Always be Family.

Kamis, 29 Desember 2022

Panti Asuhan Ad-Dhuha

 


Dilihat dari latar belakang keluarga, mayoritas penghuni panti berasal dari keluarga yang berbeda-beda seperti dari keluarga broken home, orang tua yang bermasalah (pergi, kerja dll), anak terlantar dijalan, anak berkebutuhan khusus, dan anak fakir miskin. Dapat diketahui bahwa anak yang tinggal di panti asuhan ini dari balita sampai mahasiswa tetapi kami memfokuskan melakukan pelayanan bimbingan konseling pada tingkatan Sekolah Dasar dari kelas 1 sampai kelas 6. Jenis Pelayanan yang kami lakukan meliputi:

 

a. Kegiatan Pelayanan Sosial.

Dari kita melakukan observasi dan melakukan pendekatan terhadap anak dan pengasuh, kami juga melakukan wawancara untuk sharing, membantu meningkatkan mood dengan mengajaknya bermain saat istirahat, mengajak klien untuk berbagi keluh kesah, membantu mendampingi mereka proses belajar dengan metode yang tepat untuk mengatasi kesulitannya seperti memberikan ice breaking, reward, pemberian motivasi dll. 

 

b. Kegiatan Pelayanan Bimbingan

1. Bimbingan Fisik : Senam, olahraga, upacara, PBB. bertujuan untuk meningkatkan potensi keaktifan anak-anak terutama terhadap anak panti asuhan. Kami sangat fokus pada saudara-saudara kita yang berada di panti asuhan untuk mendukung mereka agar lebih leluasa untuk berekspresi dan berinteraksi.

2. Bimbingan Mental Spiritual : mengaji, hafalan surat pendek, hadist, doa, sholat sunah dan wajib berjamaah. bimbingan mental spiritual adalah usaha membantu klien dalam meningkatkan kepribadian, sikap, bakat, dan emosi klien serta menguatkan diri dengan mendekatkan diri

kepada Tuhan sehingga klien dapat hidup sesuai dengan norma agama maupun sosial dan mendapatkan ketenangan hidup klien. 



 

Kegiatan PPL yang kita lakukan meliputi

Bimbingan Agama setiap selasa pagi (1 Jam) 07.30-08.30, Pendampingan Konseling Individu dan Kelompok setiap senin-jum'at Jam 08.30-11.15, Olahraga

Pagi (3,5 Jam) 07.30-10.00 setiap Jum’at, Kegiatan Lain Untuk Terapi (Hiburan Ice breaking permainan)

15 Menit setiap Senin-Kamis serta Lomba Untuk Reward

15 menit setiap Rabu.

RILIS BERITA KEGIATAN PPL DISSOSP3APPKB KONSELING HOME VISIT KORBAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL

 

            Pada kasus ini korban berinisial D mendapatkan pelecehan seksual dari pacarnya sendiri yang berumur lebih tua dari korban. Pada konseling home visit pertama, kami mendapatkan keterangan dari korban dan keluarga bahwa setelah kejadian pelecehan tersebut, korban sering menyendiri dan menangis, korban juga sering merasa cemas dan panik saat bertemu orang baru serta berada pada kumpulan banyak orang, korban juga merasa dirinya sudah tidak suci lagi. Karena perasaan-perasaan negative ini korban sempat melakukan self harm sebagai pelarian atas hal-hal yang dia rasakan.

            Setelah beberapa kali di berikan teknik konseling Reality WDEP oleh konselor, keadaan korban sudah mulai membaik, rasa cemas dan rasa menyalahkan diri sendiri juga sudah sedikit berkurang. Namun korban masih sering melamun dan teringat akan kejadian pelecehan yang membuat dia trauma tersebut, kadang korban masih sering bermimpi tentang kejadian itu yang berdampak kepada kualitas tidur yang buruk.


            Pada pertemuan ke 3 home visit, konselor menggunakan teknik terapi stop stoping dan modeling, tekni stoping ini digunakan untuk menyetop/menghentikan kalimat-kalimat melantur dan pikiran-pikiran negative korban terkait kejadian pelecehan yang ia terima. Teknik modelin disini digunakan kepada klien untuk memberiksn contoh bahwa suatu kejadian atau seatu hal yang belum terjadi tidak perlu dikhawatirkan secara belebih, karena korban merasa sangat khawatir karna ancaman dari pelaku. Pada per temuan ke 4 home visit, konselor telah menetapatkan bahwa pertemuan ini sebagai langkah terminasi, karena keaadaan korban sudah jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Afirmasi Penerima Manfaat dengan Media Pohon Harapan

 


            Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan yang harus dilewati dan dilaksanakan dengan baik oleh para mahasiswa di universitas. Pada semester 7 ini, kami melakukan PPL di sebuah instansi yang bernama PPSW Wanodyatama Surakarta, yang didalamnya terdapat kurang lebihnya 75 Penerima Manfaat dengan berbagai permasalahan yang berbeda-beda. Permasalahan tersebut meliputi, wanita tuna susila/eks tuna susila, anak punk, anak jalanan, anak titipan orang tua, dan juga beberapa wanita yang mengalami depresi berat maupun ringan.

            Dalam melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini, kami selalu berkoordinasi bersama dengan pembimbing dari pihak PPSW yakni Ibu Umi Rokhana. Setelah melakukan beberapa koordinasi dan diskusi bersama pembimbing, akhirnya kami mengambil sebuah kegiatan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, penerimaan diri, dan juga sikap optimis Penerima Manfaat (PM). Kegiatan ini kami beri nama “Afirmasi Penerima Manfaat dengan Media Pohon Harapan”, yang kami kolaborasikan bersama Ibu Umi Rokhana, tak hanya itu ibu Umi juga ikut serta memberikan sesi relaksasi.



Media pohon harapan adalah merupakan media yang digunakan untuk menjaring sebuah informasi yang ada di dalam diri seseorang. Adanya pembuatan pohon harapan ini, diharapkan Penerima Manfaat (PM) bisa lebih mengenal diri sendiri serta memahami apa saja kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya. Dengan begitu, maka Penerima Manfaat (PM) akan mulai mencoba berfikir atas apa saja perbuatan yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir dan upaya apa saja yang sepantasnya mereka lakukan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi. Setelah mengulas beberapa sampel harapan yang telah ditulis oleh PM, sebagian besar PM ternyata memiliki harapan hanya ingin segera bebas/keluar dari PPSW tanpa memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah keluar dari PPSW. Kemudian Ibu Umi Rokhana menegaskan, bahwasannya jika harapan mereka hanya tersebut, maka sangatlah mudah untuk dicapai. Ibu Umi Rokhana kemudian memberikan sebuah dorongan kepada seluruh PM untuk mengubah harapan mereka setelah keluar itu mau menjadi apa. Kemudian setelah itu sebagian besar PM merubah harapan mereka dengan aktivitas positif lainnya, seperti ingin bekerja, ingin melanjutkan sekolah, ingin mengikuti kursus menjahit dan lain sebagainya.


            Setelah sesi pengulasan beberapa sampel dari harapan yang telah ditulis Penerima Manfaat (PM) tersebut, barulah kemudian Ibu Umi Rokhana melakukan sedikit renungan dengan relaksasi yang bertujuan agar hati dan fikiran mereka menjadi lebih tenang dan bisa menyambut hari esok yang lebih baik lagi. Harapan dari kami, semoga setelah dengan diadakannya kegiatan ini, PM bisa lebih menerima dan memahami diri dari kesalahan yang telah mera lakukan selama ini di masa lalu, dan bisa merubahnya dimasa yang akan datang sesuai dengan proses dan kisah perjalanan pada masign-masing individu PM tersebut.

            Pesan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan, entah itu masalah yang besar maupun kecil. Dari kekurangan dan kesalahan tersebut, Allah SWT juga memberikan kelebihan kepada setiap individu tersebut, yang bisa mereka manfaatkan untuk merubah pribadi dirinya agar menjadi insan yang lebih baik lagi kedepannya.

Sekolah Lansia di Mloko Bandardawung Tawangmangu

 


Sekolah Lansia yang ada di Mloko bandardawung merupakan sekolah lansia yang baru di dirikan dengan tujuan agar lansia mampu melakukan semua kegiatan sehari-hari dengan mandiri dan mampu melakukan kegitan yang disukai. Sekolah Lansia dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas A dari umur 65 ketas dan kelas B dari umur 65 kebawah. Kegiatan sekolah lansia ini dilakukan sebulan sekali kelas A setiap tanggal 22 dan kelas B setiap tanggal 28.

Pada masa usia lansia ini akan mengalami banyak perubahan-perubahan dari fisik maupun psikologis yang tentu akan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Dan beberapa faktor juga yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental lansia antara lain seperti pendengaran berkurang, hilangnya peranan sosial, penurunan kesehatan dll. Sehingga adanya sekolah lansia ini sangat membantu lansia dalam bebrbagai hal termasuk dalam dukungan mental. Dimana pada usia lansia tersebut tak banyak juga harapan mereka untuk hidup lebih lama sedikit, sehingga dengan sekolah lansia mereka mampu memiliki harapan hidup yang lebih panjang dengan tetap hidup mandiri tanpa harus meminta bantuan orang lain terus –menerus dan dapat merasakan bahagia dengan berkumpul dengan teman –teman yang ada disekolah lansia.


            Kegiatan di sekolah lansia ini hamper sama seperti sekolah umum baik dari strukturnya dan materi juga ada tetapi hanya berkaitan untuk memotivasi lansia agar tetap hidup mandiri. Materi lainnya yaitu kerohanian, kesehatan seperti cek tekanan darah, olahraga, berkebun dll. Di sekolah lansia ini juga ada jenjangnya dari S1 itu 4 kali pertemuan, S2 3 kali pertemuan, S3 2 kali pertemuan. Dalam sekolah lansia ini jika absen dan nilai ujian tidak memenuhi bisa tinggal dikelas, sehingga sama sepertisekolah umum ada juga yg naik kelas da nada juga yang harus tinggal dikelas.   

Menjawab Stigma Masyarakat Tentang " Narapidana Tidak Memiliki Aktivitas Selain dalam Sel di Lembaga Pemasyarakatan? "

 


Banyak Masyarakat dari berbagai usia yang masih memiliki stigma bahwa sebagai seorang Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hanya menghabiskan waktu 24 jam di dalam sel tanpa adanya aktivitas di luar sel. Tentu saja stigma yang tertanam dalam maindset masyarakat ini tidaklah benar, pada kenyataannya banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh Narapidana selama menjalani masa pidananya. Salah satunya kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten. Ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu Bagian Tata Usaha, Bagian Binadik & Giatja, Bagian Kamtib dan Bagian KPLP.

Pada bagian Binadik & Giatja ini lah salah satu bagian bidang pembinaan kedalam bagi WBP yang meliputi kegiatan mental, sosial dan spiritual sebagai bekal apabila suatu saat kembali bergabung dengan masyrakat luar. Salah satunya adalah di Seksi Binadik & Giatja, beberapa kegiatan Binadik & Giatja diantaranya adalah : Bimbingan Kerohanian meliputi pengajian rutin, Hadroh, hafalan Al Qur’an (bagi yang beragama Islam) kemudian pujian di gereja (bagi yang beragama Kristen/Katholik), Kesehatan jasmani seperti senam kesegaran jasmani yang di laksanakan setiap pagi, Serta pembinaan Kemandirian yang terdiri dari dari kegiatan Peternakan, Pertanian, Perikanan, Perkayuan dan berbagai kegiatan budidaya lainya.

Tetapi ada yang menarik pada bagian Sub seksi Giatja (Kegiatan Kerja). Giatja merupakan wadah atau tempat yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten untuk membantu atau memberikan bimbingan bagi Narapidana terkait keterampilan dan pelatihan kerja yang tentunya akan berguna bagi Narapidana sebagai bekal keahlian dan keterampilan apabila mereka sudah selesai menjalankan masa pidananya

Ada beberapa pelatihan keahlian dan keterampilan yang di berikan dalam Kegiatan Kerja ini meliputi:

1.     Keterampilan pembuatan Mainan Edukasi anak yaitu pembuatan puzzle dan berbagai mainan bagi anak lainya.

Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan dasar kayu mdf / triplek ini tentu saja bukanlah hal mudah apabila tidak dilakukan dengan profesional. Tetapi dalam Kegiatan Kerja ini Narapidana di berikan bekal pelatihan serta bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga menciptakan suatu karya yang tidak kalah bagus dan menarik tidak hanya itu dilihat dari bentuk serta kerapian packing dan kualitas bahan yang digunakan juga tidak kalah bagus dari kerajinan tangan lainnya.




2.     Kerajinan keranjang anyaman dan pembuatan kasur.

Tidak hanya meliputi kerajinan puzzle saja, pada kegiatan kerja dalam menunjang keterampilan lainnya terdapat kerajinan keranjang yang di buat dari anyaman berbahan plastik, pembuatan yang sebenarnya cukup rumit dan membutuhkan kesabaran ekstra dalam proses pembuatan nya tidak hanya itu ada juga kerajinan pembuatan kasur yang masih dilakukan secara manual oleh Narapidana. Meskipun pembuatan nya masih manual menggunakan tangan tetapi hasil dari kerajinan keranjang dan kasur yang dibuat oleh narapidana tidak kalah bagus dan rapi dari kerajinan yang dibuat oleh perusahaan diluar Lapas. Bahkan meskipun dibuat secara manual kerapian serta kualitas nya terjamin cukup bagus dan hasilnya bisa diterima / dijual di masyarakat luar.




3.     Sablon dan Menjahit.

Selain kedua kerajinan diatas juga terdapat keterampilan yang diberikan kepada Narapidana yaitu keterampilan sablon serta keterampilan menjahit. Tentu saja kedua keterampilan ini banyak di gandrungi oleh masyarakat luas terlebih menjahit yang tentu saja sudah seperti bahan pokok bagi masyarakat. Narapidana diberikan bimbingan dalam proses pembuatan nya sehingga memiliki hasil yang tidak kalah bagus dari pasaran di luar sana. Narapidana mampu mengasah kemampuan mereka dalam kegiatan sablon baju, serta mengasah keterampilan menjahit pakaian, sarung bantal guling, seprei dan Menjahit beberapa jenis celana dan sarung.







4.     Kegiatan Lain yang berada di Lapas Klaten.









Dalam hal Kegiatan Kerja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten ini mematahkan stigma masyarakat umum bahwa Narapidana tidak memiliki aktivitas diluar sel, pada kenyataannya Narapidana memiliki banyak aktivitas yang tentunya dapat membantu mereka dalam mengasah keterampilan. Tidak hanya itu hal ini juga sebagai pembuktian bahwa hasil karya serta keterampilan yang dimiliki oleh Narapidana juga memiliki kualitas, kerapian serta memiliki nilai jual yang tinggi, memiliki kualitas serta kuantitas yang bagus tentu saja membuat kerajinan yang dibuat oleh Narapidana mampu bersaing dengan kerajinan tangan di pasaran umum. Dalam hal ini peran Giatja sangat lah penting terutama dalam membantu Narapidana mengasah keterampilan nya sebagai salah satu bekal yang akan digunakan apabila Narapidana telah selesai menjalankan masa pidananya mereka di Lembaga Pemasyarakatan. Maka dari itu pada keterampilan Narapidana terlebih pada bagian Kegiatan Kerja ini harus lebih disorot serta diberikan perhatian khusus karena Kegiatan Kerja merupakan salah satu bagian yang menarik dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan yang tentunya juga memberikan nilai positif bagi Narapidana.

PRESS RELEASE PROGRAM PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SENTRA TERPADU PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM UNIVERITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA

 


Mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam dari Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta sebanyak 11 orang telah menyelesaikan program magang di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Program magang ini dilaksanakan selama 24 hari yang terhitung sejak tanggal 8 sampai dengan 31 Agustus 2022.

Mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Agit Purwo Hartatnto, M.Pd., mengikuti pertemuan di lembaga yang diwakili oleh Bapak Endang Gumelar Gautama, A.Ks., M.PSSp. selaku KTK Pelayanan Publik dan Kehumasan dan beberapa pegawai untuk melakukan penyerahan sekaligus pengenalan sejarah Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Mahasiswa praktikan mendapatkan jadwal yang disesuaikan pada bidang yang berkaitan dengan assesmen  dan program rehabilitasi Penerima Pelayanann Kesejahteraan Sosial (PPKS).


Masa magang mahasiswa ini bersamaan dengan perayaan kemerdekaan HUT RI yang ke-77 dan HUT Rehabilitasi Centrum yang sekarang telah berganti nama menjadi Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Oleh sebab itu, kegiatan yang lebih banyak adalah serangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia dan lembaga Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta yang ke-71 bertepatan pada tanggal 28 Agustus. Mahasiswa magang turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara bersama para PPKS untuk memeriahkan hingga puncak acara.


Sebelum berakhirnya masa magang mahasiswa praktikan mengadakan kegiatan membuat media konseling berupa pohon harapan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para PPKS dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Agustus 2022 pukul 13.30-15.00 WIB. Meskipun tidak semua PPKS dapat menghadiri namun sebagian besar memiliki antusias yang tinggi untuk mengikutinya. PPKS yang hadir didominasi oleh penyandang disabilitas fisik. Setelah kegiatan ini selesai mampu menciptakan kekeluargaan antara PPKS dengan mahasiswa dan pada akhir kegiatan, para PPKS terlihat bahagia. Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian kesan serta pesan baik dari PPKS maupun mahasiswa. Harapannya adalah tali silturahmi yang telah terjalin tidak akan terputus meskipun masa magang telah berakhir.

Program Kejar Paket di Lembaga PPAP Seroja Surakarta

Kegiatan PPL yang menurut kami layak untuk diberitakan adalah adanya Program Kejar Paket yang ada di Lembaga PPAP Seroja. Mengapa? Karena Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran (PPAP) Seroja adalah sebuah lembaga sosial yang aktif memberikan pendampingan kepada perempuan dan anak-anak marijinal melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, advokasi, dan pemberdayaan ekonomi.

Di Lembaga PPAP Seroja program utama bertempat di pendidikannya. Seroja berkeinginan bahwa semua berhak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali. Kami mahasiswa BKI mendapatkan tempat untuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) DI Seroja, disana kami berkesempatan untuk membuat soal-soal latihan untuk program kejar paket dan kami juga berkesempatan untuk mengajar kejar paket.Disela-sela waktu dan kesempatan kami juga melaksanakan program bimbingan konseling bersama teman-teman kejar paket.

Untuk itu Program Kejar Paket di Lembaga PPAP Seroja layak untuk diberitakan karena materi yang diberikan setara dengan sekolah-sekolah formal lainnya. Dan program ini sangat membantu bagi siapapun yang terkendala dalam pendidikannya.

Healing Ala PPSA Pamardi Utomo Boyolali : Adakan Ngopi

 


Boyolali,  PPL BKI UIN RM. Said menggelar acara NGOPI (Ngobrol Psikoterapi dan Hipnoterapi) dengan tema “Self Healing With Hypnotherapy”. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari mahasiswa PPL BKI UIN RM. Said Surakarta yang berada di PPSA Pamardi Utomo Boyolali. (Minggu, 4/9).

Ngopi (Ngobrol Psikoterapi dan Hipnoterapi) ini diikuti oleh Penerima Manfaat PPSA Pamardi Utomo Boyolali, PPL BKI UIN RM. Said, dan PPL dari Poltekesos Bandung. Ulin Nuha, selaku Ketua Kelompok PPL dalam sambutannya mengatakan bahwa perbedaan psikoterapi mengarah dalam kejiwaan dan hipnoterapi ke sugesti, tetapi dua-dua ini mampu untuk self healing bagi anak-anak karena untuk membantu menyelesaikan masalah anak-anak.

Yuli, selaku Peksos Ahli Muda PPSA Pamardi Utomo Boyolali mengatakan bahwa hipnoterapi ini untuk sebuah terapi dan rileksasi untuk anak-anak semua, sehingga cermatilah dan pahamilah materi pada kegiatan Ngopi kali ini.

Agus Wahudi, selaku pemateri mengatakan bahwa kondisi seseorang akan mempengaruhi masa depan dan jangan berburuk sangka, bahwa hipnoterapi dan hipnotis itu suatu hal yang berbeda bahwa hipnoterapi merupakan suatu terapi dalam metode pengobatan. Dan lakukan yang positif untuk memotivasi terhadap dirimu sendiri.

Harapan dari acara ini dapat mengenal lebih jauh apa itu psikoterapi, hipnoterapi. Bahwa psikoterapi dan hipnoterapi bukan suatu kegiatan hipnotis yang dilakukan oleh orang yang kurang baik dan mampu memberikan motivasi dan semangat untuk anak-anak di PPSA Pamardi Utomo Boyolali. Salah satu mahasiswa PPL BKI mengatakan carilah jalan untuk memperbaiki diri jangan sibuk untuk menyalahkan keadaan.

 

 

-We Are Family

-Membentuk Generasi Muda Beradab

Bersama HMPS BKI, Konseling GEMES (Gemar Menulis) Wujudkan Press Release yang Tembus Media

  Sukoharjo, 14 Februari 2023. Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN ...